Rancangan Sistem Keselamatan dan Keamanan Hotel Modern Terintegrasi

Hotel dirancang sebagai bangunan yang tidak hanya mengutamakan kenyamanan tamu, tetapi juga harus didukung oleh teknologi sistem keselamatan dan keamanan tingkat tinggi yang mumpuni.

Alasan utama kebutuhan sistem ini adalah karena karakteristik properti dengan tingkat hunian yang padat. Hal ini menuntut adanya peralatan yang mampu memberikan deteksi dan sinyal peringatan dini secara cepat saat terjadi potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan tamu dan seluruh penghuni hotel.

Sistem keselamatan dan keamanan hotel ini dibangun secara cermat dan dirancang untuk terintegrasi di mana semua peralatan keselamatan dan keamanan yang berbeda dapat saling mendukung dan beroperasi dalam satu kesatuan sistem yang terpadu.

 

5 Pilar Sistem Keamanan dan Keselamatan Hotel Terintegrasi

 

 

Sistem keamanan dan keselamatan Hotel dibagi menjadi lima bagian utama yang saling mendukung untuk memastikan respons yang cepat dan efektif:

  • Properti Evakuasi & Titik Kumpul Darurat (Evacuation & Emergency Meeting Point)
  • Pengumuman Audio & Evakuasi Suara (Audio Announcement & Voice Evacuation System)
  • Kamera Pengawas (CCTV Camera System)
  • Alarm Kebakaran (Fire Alarm System)
  • Hidran Kebakaran & Alat Pemercik (Fire Hydrant & Sprinkler Nozzle System)

 

Sudah siap belajar? Mari kita kupas lebih mendalam..

5 Pilar ini berfokus pada perencanaan tata letak darurat dan prosedur evakuasi :

1. Properti Evakuasi & Titik Kumpul Darurat (Evacuation & Emergency Meeting Point)

    • Peta dan Rute Evakuasi:

Setiap lantai dan kamar wajib memiliki peta rute evakuasi yang jelas, menunjuk ke pintu keluar terdekat dan tangga darurat. Pintu-pintu ini harus selalu bebas dari hambatan.

    • Penerangan Darurat (Emergency Lighting):

Pemasangan lampu darurat di sepanjang koridor dan tangga darurat untuk memandu tamu saat listrik padam.

    • Titik Kumpul (Assembly Point):

Penentuan lokasi aman di luar bangunan hotel yang telah disetujui (Titik Kumpul Darurat) sebagai tempat berkumpulnya semua penghuni dan karyawan setelah evakuasi, memungkinkan dilakukannya penghitungan untuk memastikan semua orang selamat.

2. Pengumuman Audio & Evakuasi Suara (Audio Announcement & Voice Evacuation System)

    • Pesan Terekam Otomatis:

Sistem ini secara otomatis akan memutar pesan instruksi evakuasi yang telah terekam (bukan hanya bunyi bel alarm) melalui pengeras suara di seluruh area hotel, yang dapat mengurangi kepanikan dan memberikan panduan yang jelas.

    • Pengumuman Langsung:

Memungkinkan petugas keamanan atau staf manajemen untuk memberikan pengumuman langsung (live announcement) ke area spesifik atau seluruh hotel untuk memberikan informasi terkini atau instruksi tambahan.

    • Integrasi dengan Fire Alarm:

Sistem ini terintegrasi penuh dengan Fire Alarm System, sehingga begitu alarm kebakaran terpicu, pesan evakuasi suara langsung diaktifkan secara otomatis.

3. Kamera Pengawas (CCTV Camera System)

CCTV berfungsi sebagai mata pengawas utama hotel untuk pencegahan dan investigasi.

    • Pemantauan 24/7:

Kamera diposisikan secara strategis di semua area publik (lobi, koridor, parking lot, pintu masuk/keluar) untuk memantau aktivitas selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

    • Fitur Flame Detection & Analitik Video:

Penggunaan kamera modern yang dilengkapi fitur seperti deteksi Api dan Pergerakan serta pengenalan wajah untuk memberikan peringatan dini kepada petugas keamanan agar lebih akurat.

    • Perekaman dan Penyimpanan Data:

Memastikan rekaman disimpan dengan aman selama periode waktu tertentu sebagai barang bukti jika terjadi insiden kebakaran , keamanan atau tindak kriminal.

4. Alarm Kebakaran (Fire Alarm System)

Ini adalah inti dari sistem keselamatan kebakaran yang bertugas mendeteksi api sedini mungkin.

    • Detektor Asap & Panas (Smoke & Heat Detector)

Detektor ini adalah sensor utama sistem keselamatan kebakaran yang dipasang di setiap kamar, koridor, dan area layanan.

Fungsi dan sistem kerjanya:

      • Deteksi Dini:

Berfungsi mendeteksi partikel asap dan kenaikan suhu abnormal secepat mungkin.

      • Smart Detector:

Menggunakan sistem modern yang mampu membedakan antara asap kebakaran yang nyata dengan gangguan non-bahaya, seperti uap air atau asap rokok (untuk mencegah alarm palsu).

      • Pemicu Sistem:

Setelah terdeteksi, detektor segera mengirimkan sinyal ke Panel Kontrol Utama untuk mengaktifkan alarm dan prosedur evakuasi hotel.

    • Manual Call Point

Manual Call Point adalah tombol darurat yang memungkinkan tamu atau staf mengaktifkan alarm kebakaran secara manual segera setelah melihat api.

 

Lokasi pemasangan Manual Call Point :

Pemasangan MCP dilakukan di lokasi strategis yang mudah terlihat dan diakses oleh setiap penghuni gedung, meliputi:

      • Lobi Utama (Lobby): Di dekat pintu masuk dan meja concierge.
      • Restoran & Kafe (Restaurant & Cafe): Di area keluar-masuk utama.
      • Koridor Hunian (Corridor): Dipasang di setiap lantai, terutama di dekat tangga darurat dan pintu keluar.
      • Dapur Utama (Kitchen): Di area yang berisiko tinggi terhadap api terbuka.
      • Area Parkir (Parking Area): Di dekat pintu akses menuju bangunan hotel.

 

#Catatan = Manual Call Point dipasang pada ketinggian yang mudah dijangkau dan harus ditempatkan pada jalur evakuasi.

 

    • Main Control Fire Alarm ( MCFA )

Fungsi Utama MCFA:

      • Menerima Sinyal:

Menerima dan memproses sinyal dari semua detektor (asap, panas) dan tombol pemicu manual (Manual Call Point) yang tersebar di seluruh gedung.

      • Memberi Indikasi Lokasi:

Menampilkan secara jelas dan spesifik di mana sinyal bahaya (kebakaran) terdeteksi (misalnya, “Lantai 5 – Kamar 501”).

      • Memicu Tindakan:

Menampilkan secara jelas dan spesifik di mana sinyal bahaya (kebakaran) terdeteksi (misalnya, “Lantai 5 – Kamar 501”).

        • Mengaktifkan bel/sirine alarm.
        • Mengaktifkan sistem evakuasi suara (Voice Evacuation).
        • Mengirim sinyal ke sistem Building Management System (BMS).
        • Menghubungi pemadam kebakaran (Hydrant).

 

5. Hydrant System

Hydrant system adalah alat pemadam api menggunakan bahan baku air bertekanan tinggi , Komponen penting hidran system terdiri dari :

    • Fire Sprinkler

Adalah Alat berbentuk kepala pemercik yang dipasang di langit-langit setiap area (kamar, koridor, dll.).

Cara Kerja:

Aktif secara otomatis hanya di area yang terjadi kebakaran. Sprinkler memiliki katup kaca kecil berisi cairan yang akan pecah ketika suhu ruangan mencapai batas lebih dari 70 derjat celcius . Begitu pecah, air bertekanan tinggi langsung menyemprot dan menyebar, bertujuan untuk mengendalikan api sebelum membesar atau memadamkannya.

    • Fire Hose Reel

Adalah kotak panel yang berisi gulungan selang pemadam api yang dipasang di dalam koridor atau area gedung. Fungsnya digunakan oleh staf hotel atau tim internal untuk pemadaman api pada tahap awal

    • Fire Hydrant Pilar

Adalah pilar vertikal yang dipasang di luar gedung perpasang di area parkir atau pinggir jalan. Fungsnya digunakan sebagai titik koneksi utama untuk Mobil Pemadam Kebakaran dalam memadamkan api skala besar.

    • Hydrant Pump

Hydrant Pump System adalah jantung dari Sistem Hidran Kebakaran (dan Sprinkler), yang berfungsi untuk menjamin ketersediaan air bertekanan tinggi yang memadai ke seluruh jaringan pipa, siap digunakan kapan saja terjadi kebakaran didalam hotel.

 

Kelima bagian ini, saat beroperasi secara terpadu, membentuk jaringan perlindungan yang kuat, memungkinkan Managment Hotel untuk merespons semua potensi ancaman keselamatan dan keamanan dengan kecepatan dan efisiensi maksimal.

 

Integrated Hotel Security and Safety System Topology

 

Prosedur & Cara Kerja Sistem Saat Bahaya Kebakaran

Ketika terjadi bahaya kebakaran di Hotel, sistem akan merespons secara otomatis dan terpadu melalui langkah-langkah berikut:

1. Deteksi dan Pemberian Sinyal Awal

Deteksi Otomatis:

Detektor Asap dan Panas akan mendeteksi adanya asap atau peningkatan suhu yang tidak normal.

Pemicu Manual :

Jika api terlihat sebelum alarm otomatis berbunyi, Manual Call Point (MCP) terdekat dapat diaktifkan oleh tamu atau staf untuk memicu sistem.

Sinyal ke Pusat Kontrol:

Sinyal bahaya segera dikirim ke MCFA (Main Control Fire Alarm) di Ruang Pos Keamanan ( scurity room ).

2. Aktivasi Sistem Evakuasi dan Lift

Evakuasi Suara Otomatis:

MCFA mengirim sinyal ke sistem Voice Evacuation. Seluruh speaker di ruangan dan koridor akan mengeluarkan pesan suara (audio announcement) yang jelas dan terarah untuk menginstruksikan penghuni melakukan evakuasi.

Kontrol Lift Darurat:

Lift penumpang dan lift barang menerima pemicu (trigger) dari alarm. Secara otomatis, lift akan turun ke lantai dasar/titik kumpul evakuasi yang ditentukan, membuka pintu, dan kemudian non-aktif (mati otomatis). Lift tidak dapat digunakan lagi selama keadaan darurat.

3. Respons Penghuni dan Pemadaman Aktif

Evakuasi Penghuni:

Seluruh penghuni hotel segera keluar melalui Tangga Darurat dan mengikuti jalur/arah evakuasi yang jelas menuju Titik Kumpul Darurat yang berada di luar gedung.

Pemadaman Internal:

Sprinkler Otomatis:

Water Sprinkler di area kebakaran akan pecah karena panas, dan menyemprotkan air secara otomatis untuk mengendalikan api.

Hidran (Manual):

Staf yang terlatih atau Tim Pemadam Internal akan membuka Hydrant Box (Fire Hose Reel) di dinding, mengarahkan selang ke titik api, dan menyalakan air untuk pemadaman lebih lanjut.

 

Informasi & Kontak

Untuk Informasi lengkap dan Konsultasi Gratis Hubungi :

WhatsApp / Telepon

  • 081-2256-8810
  • 0812-2939-6666
  • 0851-0243-2424

 

Sistem ini telah diterapkan dihotel :

Bagikan artikel ini :

WhatsApp
Telegram
Facebook
LinkedIn
Email